Advokasia.com - Aksi May Day yang sering diperingati setiap
tanggal 1 Mei terselenggara di kawasan pertigaan revolusi UIN Sunan Kalijaga pada
Jumat (01/05) kemarin mulai jam 15.00 WIB, aksi ini melibatkan beberapa golongan
mahasiswa, mulai dari instansi-instansi yang ada di Yogyakarta hingga
organisasi mahasiswa untuk menyatukan suara menjadi satu irama.
Sekitar 200 Mahasiswa dari berbagai elemen hadir
untuk menyuarakan keresahan Rakyat dengan membentangkan spanduk yang dibarengi
suara lantang orasi mahasiswa. Protes dan tuntutan
dilayangkan, mulai dari tolak komersialisasi pendidikan sampai desakan terhadap
DPR RI untuk melakukan Impeachment terhadap Prabowo dan Gibran.
Beberapa tuntutan dan protes yang tersebut
tentunya tidak berangkat dari ruang kosong, beberapa elemen terkait
melaksanakan konsolidasi guna merumuskan relevansi tuntutan dan protes sebelum
aksi dimulai.
Secara eksplisit, aksi ini, sebagaimana yang
disampaikan Koordinator FORUM BEM DIY menuntut partisipasi aktif atas hadirnya
Prabowo-Gibran dalam mengentaskan beberapa masalah yang sudah mewujud menjadi
beberapa tuntutan dan protes aksi.
Faisal Ketua Umum HIMA PERSIS Yogyakarta juga menambahkan
bahwa pendidikan seharusnya menjadi hak yang dapat diakses secara merata oleh
seluruh masyarakat, bukan menjadi beban ekonomi.
Adapun tuntutan yang disampaikan dalam aksi
ini meliputi penolakan terhadap komersialisasi pendidikan, dorongan untuk
mewujudkan pendidikan gratis, serta evaluasi terhadap kebijakan ketenagakerjaan
agar lebih berpihak pada buruh.
Aksi May Day kemarin, jalanan dipenuhi oleh
mahasiswa Yogyakarta bukan sekadar ruang lalu-lalang. Aksi tersebut menjadi
panggung, tempat harapan dan kegelisahan dipertemukan. tentang masa depan
pendidikan, dan tentang nasib mereka yang akan hidup di dalamnya.
Reporter :
Alexio Riqil Vitor
Fotografer :
Alexio Riqil Vitor
